Jumat, 16 Desember 2011

3 Perusahaan Paling Jahat

1. Haliburton
    Haliburton, perusahaan raksasa “oilfield services”, meraup keuntungan besar waktu invasi AS ke Irak ketika Cheney memanggil anak buahnya untuk memadamkan sumur minyak terbakar dan untuk “membantu” kementerian minyak Irak memompa dan mendistribusikan minyak. Haliburton juga telah terlibat dalam tumpahan minyak yang tak terhitung jumlahnya, termasuk bencana bp tahun 2010.



2. Coca Cola
    Bahkan jika anda memilih untuk mengabaikan epidemi obesitas anak-anak dan bagaimana pasar minuman ringan untuk anak-anak membiarkan anak-anak untuk membeli sesuatu yang benar-benar buruk bagi mereka, coca cola telah menempa kehancuran di india, di mana pabrik-pabrik yang menggunakan hingga satu juta liter air per hari, meninggalkan puluhan ribu warga setempat dalam kekeringan, sehingga tidak ada air untuk bertnai bahkan untuk mandi dan minum karena air tanah telah jauh menyusut sampai beberapa meter sehingga sumur-sumur mengering. Kemudian pabrik membuang limbah secara tidak benar, mencemari apa pun di air yang tersisa. Sebuah gugatan pada tahun 2001 karena coca cola mempekerjakan paramiliter di columbia yang menekan serikat pekerja di pabrik cola sana melalui intimidasi, penyiksaan dan pembunuhan.


3. Pfizer
    Big pharma akan kaya ketika anda sakit. Pfizer, perusahaan farmasi terbesar di AS, mengaku bersalah pada tahun 2009 dengan penipuan perawatan kesehatan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, menerima hukuman pidana ilegal terbesar yang pernah untuk pemasaran empat obat nya. Ini adalah kasus keempat Pfizer. Seolah-olah menggunakan Pfizer pada hewan percobaan tidak cukup memilukan hati, Pfizer memutuskan untuk menggunakan anak-anak Nigeria sebagai kelinci percobaan.

Pada tahun 1996, Pfizer pergi ke Kano, Nigeria untuk mencoba sebuah eksperimen meningitis antibiotika pada penyakit ketiga dunia seperti campak, kolera, dan bakteri. Mereka memberi trovafloxacin untuk sekitar 200 anak-anak. Puluhan dari mereka meninggal dalam percobaan, sementara yang lain banyak menderita fisik dan cacat mental. Menurut epa , Pfizer juga dapat dengan bangga mengklaim sebagai sepuluh perusahaan teratas di amerika yang menyebabkan polusi udara yang paling buruk.

3 Film yang Bisa Membuat Pria Menangis


1. Saving Private Ryan (1998) Film ini mengisahkan misi penyelamatan prajurit Ryan yang disertai dengan pengorbanan tentara AS di bawah pimpinan Kapten John H Miller. Film ini berhasil menggondol Piala Oscar untuk kategori Sutradara Terbaik bagi Steven Spielberg serta empat kategori lainnya. Sayangnya, film ini harus kalah dari Shakespear in Love untuk kategori Film Terbaik. Konon, para pengamat dan pecinta film, menilai bahwa Saving Private Ryan lebih pantas menerima penghargaan paling bergengsi itu ketimbang Shakespeare in Love.


2. Schindler's List (1993) Film peraih tujuh piala Oscar ini mengetengahkan seorang pemilik pabrik berkebangsaan Jerman bernama Oskar Schindler, yang mengeksploitasi tenaga kerja murah Yahudi ketika Perang Dunia II sedang bergulir. Akhirnya, ia malah bertekad menyelamatkan 1.100 orang Yahudi dari eksekusi yang akan dilakukan oleh Nazi.

3. Philadelphia (1993) Seorang pengacara bernama Andrew Beckett (Tom Hanks) mengungkapkan kepada perusahaannya bahwa dirinya mengidap HIV/AIDS. Bukan itu saja, ia juga mengaku dirinya gay. Tak lama setelah ia mengakui kedua hal itu, dirinya dipecat dengan alasan tak masuk akal. Merasa diperlakukan tidak adil, ia menyewa seorang pengacara yang justru benci kepada kaum gay. Joe Miller (Denzel Washington) akhirnya mampu memenangkan kasus melawan perusahaan Andrew. Film arahan sutradara Jonathan Demme ini merupakan film pertama bertema AIDS yang didanai studio (perusahaan film) besar.